Wednesday, November 9, 2016
Saturday, November 5, 2016
KEISTIMEWAAN LAHIR BULAN JUNI
Beritateratas.com - Fakta pertama adalah Kelima nama di atas adalah nama-nama yang pernah dan lagi menjadi Presiden Indonesia, kecuali yang terakhir, yang terakhir adalah Ahok. Pertanyaannya sekarang siapa Ahok? Mengapa disejajarkan? Jawabannya adalah Ahok adalah orang yang punya persamaan dengan Soekarno, Soeharto, Jokowi dan Habibie. Kesimpulannya Ahok pernah memimpin Indonesia kah? Maaf bukan itu kesimpulannya, ada persamaan mendasar, bisa dikatakan persamaan karakter. Tentu bukan hanya sama-sama laki-laki.
Ok, let's continue... Persamaan pemimpin-pemimpin Indonesia di atas dan termasuk Ahok adalah sama-sama dilahirkan pada bulan Juni... Jreng.. itulah persamaannya.
Soekarno lahir 6 Juni 1901.
Soeharto lahir 8 juni 1921.
BJ Habibie lahir 25 Juni 1936
Jokowi lahir 21 Juni 1961
Basuki Tjahaja Purnama lahir 29 Juni 1966.
Keren kan?
Keren lagi mereka semua lahir di desa, bukan kota besar dan semuamereka adalah INSIYUR. Hebat kan??
Terus apa pentingnya? Jawabnya karakter.
Nah, pemimpin-pemimpin yang dilahirkan pada bulan Juni adalah pemimpin-pemimpin yang mempunyai visi jauh ke depan. OK, Kita mulai saja dari Soekarno, Siapa yang berani bilang Soekarno bukan pemimpin yang bervisi? Soekarno begitu disegani di percaturan politik dunia pada eranya, penggagas gerakan Non-Blok. Untuk dalam negeri saya ambil contoh kecil saja, Sebagian besar simbol-simbol kebanggaan Indonesia saat ini dibangun dan diprakasai oleh Soekarno, Contoh Masjid Istiqlal sebagai Masjid terbesar di Asia Tenggara, Gelora Bung Karno Stadion kebanggaan Indonesia, Monas perlambang bangunan khas Indoneisa.
Selanjutnya Soeharto, Soeharto adalah Bapak pembangunan Indonesia. Berbeda dengan Soekarno sebelumnya jika pembangunan berpusat di Jawa, Soeharto mencoba membangun Indonesia secara menyeluruh, meski pemerataan belum tercapai sepenuhnya. Tapi Soeharto telah melakukan hal yang besar sebagai peletak kemajuan peradaban Indonesia terutama melalui wajib belajar 9 tahun.
Jokowi, dengan visi nya yang 'gila' menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia merupakan suatu bukti bahwa ia adalah pemimpin yang mempunyai visi yang jelas. Namanya langsung menjadi pusat perhatian dunia. Sebagai pemimpin Indonesia yang sangat menyadari karakteristik Indonesia yang terdri dari ribuan pulau, Jokowi sadar betul untuk membangun tol laut antar pulau. Banyak pulau yang belum termaksimalkan karena sulitnya transportasi, inilah potensi Indonesia yang masih sangat kaya untuk diolah, tentu bersamaan dengan potensi lautnya.
Gaya kepemimpinan Presiden Habibie adalah gaya kepemimpinan Dedikatif-Fasilitatif, merupakan sendi dan Kepemimpinan Demokratik. Pada masa pemerintahan B.J Habibie ini, kebebasan pers dibuka lebar-lebar sehingga melahirkan demokratisasi yang lebih besar. Pada saat itu pula peraturan-peraturan perundang-undangan banyak dibuat. Pertumbuhan ekonomi cukup tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya Habiebi sangat terbuka dalam berbicara tetapi tidak pandai dalam mendengar, akrab dalam bergaul, tetapi tidak jarang eksplosif. Sangat detailis, suka uji coba tapi tetapi kurang tekun dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
Gaya Ahok nyaris mirip BJ Habibie, Gaya komunikasinya penuh spontanitas, meletup-letup, cepat bereaksi, tanpa mau memikirkan risikonya.
Pemimpin-pemimpin yang lahir di bulan Juni adalah pemimpin yang tegas, tapi mudah berubah pikiran. Anda bisa baca di sejarah bagaimana sikap Soekarno terhadap Malaysia, Konfrontasi yang ia siagakan. Di sisi lain Soekarno yang anti Amerika namun masih menyempatkan diri ke Amerika untuk melakukan suatu hubungan, Soekarno dikenal dekat dengan Presiden Amerika John F Keneddy.
Satu lagi karakter spontanitas. Ini adalah salah karakter pemimpin yang lahir di bulan Juni. Mereka sering melakukan hal-hal secara spontan, Anda bisa lihat karakter ini pada Jokowi, bagaimana spontanitas-spontanitas Jokowi. Paling membekas adalah bagaimana Jokowi dengan spontan menaikkan Harga BBM lebih awal dari rencana kenaikkan di awal tahun 2015. Ini adalah karakter yang sulit diterima secara umum. Sikap spontan ini bisa menjadi bumerang bagi siempunya.
Ada satu hal yang saya khwatirkan adalah bagaimana Jokowi ini nanti mengakhiri pemerintahannya. Bercermin pada seperti Soekarno, Soeharto yang mengakhiri pemerintahannya dengan cara yang tidak elok karena kontroversi-kontroversi yang ia ciptakan diujung pemerintahannya. Namun BJ Habibie mengakhiri pemerintahannya dengan baik dan membuka pintu demokrasi sampai saat ini.
Akhirnya Jokowi dan Ahok akan menentukan jalan mereka sendiri dalam mengakhiri pemerintahannya. Apakah akan sama seperti Soekarno dan Soeharto. Ataukah akan mengikuti jejak BJ Habibie?
Yang pasti, mulai dari Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, dan Jokowi adalah Presiden RI. Sementara Ahok, belum sampai pada posisi itu.
Sebelumnya Musisi ternama Ahmad Dhani sebelumnya berkelakar jika dirinya telah melihat sebuah buku yang dinamai sebagai buku langit. Buku langit memastikan tidak ada nama Ahok di dalamnya.
"Saya sudah lihat di buku langit. Tidak ada nama Ahok jadi Presiden atau Wakil Presiden," ujar Dhani kepada melalui pesan singkat kepada Sindonews, Jumat 3 Juni 2016.
Bahkan, Dhani mengaku saat ini raja-raja Jawa pun tidak mengenal siapa itu Ahok. Jadi dapat dipastikan tidak akan ada yang membuat Ahok menjadi Presiden maupun Wapres nantinya.
Mungkin saja didalam buku langit tak ada tertulis demikian tapi yang jelas buku langit sudah menuliskan kelahiran Ahok sama sejajar dengan bulan kelahiran 4 pemimpin Indonesia lho?
Ada satu hal yang saya khwatirkan adalah bagaimana Jokowi ini nanti mengakhiri pemerintahannya. Bercermin pada seperti Soekarno, Soeharto yang mengakhiri pemerintahannya dengan cara yang tidak elok karena kontroversi-kontroversi yang ia ciptakan diujung pemerintahannya. Namun BJ Habibie mengakhiri pemerintahannya dengan baik dan membuka pintu demokrasi sampai saat ini.
Akhirnya Jokowi dan Ahok akan menentukan jalan mereka sendiri dalam mengakhiri pemerintahannya. Apakah akan sama seperti Soekarno dan Soeharto. Ataukah akan mengikuti jejak BJ Habibie?
Yang pasti, mulai dari Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, dan Jokowi adalah Presiden RI. Sementara Ahok, belum sampai pada posisi itu.
Sebelumnya Musisi ternama Ahmad Dhani sebelumnya berkelakar jika dirinya telah melihat sebuah buku yang dinamai sebagai buku langit. Buku langit memastikan tidak ada nama Ahok di dalamnya.
"Saya sudah lihat di buku langit. Tidak ada nama Ahok jadi Presiden atau Wakil Presiden," ujar Dhani kepada melalui pesan singkat kepada Sindonews, Jumat 3 Juni 2016.
Bahkan, Dhani mengaku saat ini raja-raja Jawa pun tidak mengenal siapa itu Ahok. Jadi dapat dipastikan tidak akan ada yang membuat Ahok menjadi Presiden maupun Wapres nantinya.
Mungkin saja didalam buku langit tak ada tertulis demikian tapi yang jelas buku langit sudah menuliskan kelahiran Ahok sama sejajar dengan bulan kelahiran 4 pemimpin Indonesia lho?
Sunday, July 10, 2016
Tuesday, June 14, 2016
SEJARAH SUKABUMI
Ada yang mengatakan bahwa nama Sukabumi berasal dari bahasa Sunda, yaitu Suka-Bumen, yang bermakna bahwa pada kawasan yang memiliki udara sejuk dan nyaman ini membuat orang-orang suka bumen-bumen atau menetap.[2] Penjelasan yang lebih masuk akal adalah bahwa nama "Sukabumi" berasal dari bahasa Sankerta suka, "kesenangan, kebahagiaan, kesukaan" dan bhumi, "bumi". Jadi "Sukabumi" artinya "bumi kesukaan".
Sebelum berstatus kota, Sukabumi hanyalah dusun kecil bernama "Goenoeng Parang" (sekarang Kelurahan Gunungparang) lalu berkembang menjadi beberapa desa seperti Cikole atau Parungseah. Lalu pada 1 April 1914, pemerintah Hindia Belanda menjadikan kota Sukabumi sebagai Burgerlijk Bestuur dengan status Gemeente (Kotapraja) dengan alasan bahwa di kota ini banyak berdiam orang-orang Belanda dan Eropa pemilik perkebunan-perkebunan yang berada di daerah Kabupaten Sukabumi bagian selatan yang harus mendapatkan pengurusan dan pelayanan yang istimewa.
Selanjutnya pada 1 Mei 1926, Mr. G.F. Rambonnet diangkat menjadi Burgemeester. Pada masa inilah dibangun Stasiun Kereta Api, Mesjid Agung, gereja Kristen; Pantekosta; Katholik; Bethel; HKBP; Pasundan, pembangkit listrik Ubrug; centrale (Gardu Induk) Cipoho, Sekolah Polisi Gubermen yang berdekatan dengan lembaga pendidikan Islam tradisionil Gunung Puyuh.
Nama Soekaboemi sebenarnya telah ada sebelum hari jadi Kota Sukabumi yaitu 13 Januari 1815. Kota yang saat ini berluas 48,15 km2 ini mendapatkan namanya dari seorang ahli bedah bernama Dr. Andries de Wilde menamakan Soekaboemi. Perlu diketahu Andris de Wilde ini juga adalah seorang Preanger Planter (kopi dan teh) yg bermukim di Bandoeng, dimana eks rumah tinggal dan gudang kopinya sekarang dijadikan Kantor Pemkot Bandung.
Awalnya ia mengirim surat kepada kawannnya Pieter Englhard mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk mengganti nama Cikole (berdasar nama sungai yg membelah kota Sukabumi) dengan nama Soekaboemi 13 Januari 1815. Sejak itulah Cikole resmi menjadi Soekaboemi. Namun, bukan berarti hari jadi Kota Sukabumi jatuh pada tanggal tersebut. Ceritanya memang tidak singkat, bermula dari komoditas kopi yang banyak dibutuhkan VOC, Van Rie Beek dan Zwadecroon berusaha mengembangkan lebih luas tanaman kopi di sekitar Bogor, Cianjur, dan Sukabumi. Tahun 1709 Gubernur Van Riebek mengadakan inspeksi ke kebun kopi di Cibalagung (Bogor), Cianjur, Jogjogan, Pondok Kopo, dan Gunung Guruh Sukabumi. Inilah salah satu alasan dibangunnya jalur lintasan kereta-api yg menghubungkan Soekaboemi dengan Buitenzorg dan Batavia di bagian barat dan Tjiandjoer (ibukota Priangan) dan Bandoeng di timur. Saat itu, de Wilde adalah pembantu pribadi Gubernur Jenderal Daendels dan dikenal sebagai tuan tanah di Jasinga Bogor.
Pada 25 Januari 1813, ia membeli tanah di Sukabumi yang luasnya lima per duabelas bagian di seluruh tanah yang ada di Sukabumi seharga 58 ribu ringgit Spanyol. Tanah tersebut berbatasan dengan Lereng Gunung Gede Pangrango di sebelah utara, Sungai Cimandiri di bagian selatan, lalu di arah barat berbatasan langsung dengan Keresidenan Jakarta dan Banten dan di sebelah Timur dengan Sungai Cikupa. Pada tanggal yang sama 354 tahun yang lalu, Belanda bangga memenangkan perang melawan Spanyol.Setelah Mr. G.F. Rambonnet memerintah ada tiga “Burgemeester” sebagai penggantinya yaitu Mr. W.M. Ouwekerk, Mr. A.L.A. van Unen dan Mr. W.J.Ph. van Waning.
Perkembangan Pemerintahan
Perubahan Nama Pemerintahan
(1). Gemeente Soeka Boemi Tahun 1914-1942,
(2). Soekaboemi SHI Tahun 1942-1945,
(3). Kota Kecil Sukabumi Undang-undang No. 17 Tahun 1950,
(4). Kota Praja Sukabumi Undang-undang No. 1 Tahun 1957,
(5). Kotamadya Sukabumi Undang-undang No. 18 Tahun 1965,
(6). Kotamadya Daerah Tingkat II Sukabumi Undang-undang No. 5 Tahun 1974,
(7). Kota Sukabumi Undang-undang No. 22 tahun 1999, UU No 32 Tahun 2003
(1). Gemeente Soeka Boemi Tahun 1914-1942,
(2). Soekaboemi SHI Tahun 1942-1945,
(3). Kota Kecil Sukabumi Undang-undang No. 17 Tahun 1950,
(4). Kota Praja Sukabumi Undang-undang No. 1 Tahun 1957,
(5). Kotamadya Sukabumi Undang-undang No. 18 Tahun 1965,
(6). Kotamadya Daerah Tingkat II Sukabumi Undang-undang No. 5 Tahun 1974,
(7). Kota Sukabumi Undang-undang No. 22 tahun 1999, UU No 32 Tahun 2003
Nama-Nama Pimpinan Pemerintahan Daerah Sukabumi
1. Mr. R. Syamsudin 1945-1946
2. Raden Mamur Soeria Hoedaja 1946-1948
3. Raden Ebo Adinegara 1948-1950
4. Raden Widjaja Soerija (Acting)
5. Raden S. Affandi Kartadjumena 1950-1952
6. Raden Soebandi Prawiranata 1952-1959
7. Mochamad Soelaeman 1959-1960
8. Raden Soewala 1960-1963
9. Raden Semeru (Acting)
10. Drs. Achmad Darmawan Adi 1963-1961
11. Raden Bidin Suryagunawan (Acting)
12. Saleh Wiradikarta, S.H. 1966-1978
13. Soejoed 1978-1988
14. H. Zaenudin Mulaebary, S.H. 1988-1993
15. H. Udin Koswara, S.H. 1993-1997
16. R. Nuriana (Gubernur Jabar) PJS
17. Dra. Hj. Molly Mulyahati Djubaedi, M.Sc. Plh
18. Dra. Hj. Molly Mulyahati Djubaedi, M.Sc. 1998-2003
19. H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. 2003-....
2. Raden Mamur Soeria Hoedaja 1946-1948
3. Raden Ebo Adinegara 1948-1950
4. Raden Widjaja Soerija (Acting)
5. Raden S. Affandi Kartadjumena 1950-1952
6. Raden Soebandi Prawiranata 1952-1959
7. Mochamad Soelaeman 1959-1960
8. Raden Soewala 1960-1963
9. Raden Semeru (Acting)
10. Drs. Achmad Darmawan Adi 1963-1961
11. Raden Bidin Suryagunawan (Acting)
12. Saleh Wiradikarta, S.H. 1966-1978
13. Soejoed 1978-1988
14. H. Zaenudin Mulaebary, S.H. 1988-1993
15. H. Udin Koswara, S.H. 1993-1997
16. R. Nuriana (Gubernur Jabar) PJS
17. Dra. Hj. Molly Mulyahati Djubaedi, M.Sc. Plh
18. Dra. Hj. Molly Mulyahati Djubaedi, M.Sc. 1998-2003
19. H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. 2003-....
Friday, December 25, 2015
Saturday, July 11, 2015
Friday, July 10, 2015
Friday, May 8, 2015
Subscribe to:
Posts (Atom)


